Artikel

Catatan dan Artikel

98 KK di Kota Yogyakarta Mundur dari PKH Secara Mandiri

Sebanyak 98 Kepala Keluarga di Kota Yogyakarta mengundurkan diri secara sukarela dari keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

Berdasarkan dari Data Dinas Sosial Kota Yogyakarta, selain 98 KK yang mundur secara mandiri, tercatat 165KK sudah tidak memenuhi komponen PKH sehingga dicoret dan dari hasil verifikasi ulang terdapat 331 KK yang dicoret sehingga total keluarga penerima manfaat PKH saat ini sejumlah 11.455 KK.

Kepala Dinas Sosial Kota Yogyakarta Agus Sudrajat menjelaskan bahwa keluarga penerima manfaat PKH yang mengundurkan diri menjadi cerminan kejujuran yang luar biasa.

“Selain itu ini juga menjadi motivasi bagi yang lain agar tidak minta dibantu terus. Ini juga sekaligus perwujudan keberhasilan Program Gandeng-Gendong,” ujarnya.

Ia pun membeberkan, bahwa hasil penelitian yang dilakukan oleh pihak Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kepada kelompok miskin, bantuan yang ingin mereka dapatkan dari pemerintah yakni sekitar 20 persen kesehatan 28 persen pendidikan, dan 3,5 persen bantuan langsung yang berbentuk uang.

“Penelitian ini menyebukan bahwa kebutuhan dasar sudah terpenuhi. Kemudian yang memang harus didorong lagi adalah ya g 3,5 persen ini,” ucapnya.

Keluarga penerima manfaat PKH, lanjutnya, yang telah mundur atau dicoret, maka otomatis juga tidak akan terdaftar dalam Keluarga Menuju Sejahtera (KMS).

“Nanti akan ada evaluasi. Kita verifikasi lagi  Kalau ada usulan baru kita masukan lagi dalam kuota itu. Tapi biasanya diperuntukkan tahun berikutnya,” ujar Agus.

Dikutip dari jogja.tribunnews.com

Leave a Reply