+62 274 441 5151 ltm.jatrova@gmail.com

Artikel

Catatan dan Artikel

Pemberdayaan Lembaga Filantropi Islam di Indoenesia

JATROVA – Filantropi memiliki arti kedermawanan atau sumbangan sosial. Secara harfiah, filantorpi dapat didefinisikan secara konseptual yaitu, tindakan memberi, pelayanan, dan asosiasi dengan sukarela sebagai bentuk rasa cinta kepada sesama. Demikian juga secara terminologi, filantropi adalah ekspresi rasa cinta kepada sesame manusia.

Islam adalah agama yang juga membawa prinsip keadilan sosial bagi seluruh umat manusia. Agama islam ditegakkan dengan berusaha tidak membeda-bedakan antara golongan dan tingkatan manusia. Dalam islam pula, manusia tidak boleh meninggalkan kewajibannya terhadap golongan miskin. Oleh sebab itu, keadilan sosial dalam islam berusaha menghilangkan kesenjangan antara golongan kaya dan miskin.

Dari ulasan diatas dapat diketahui bahwa dalam ajarannya, islam mempunyai nilai-nilai filantropi. Filantropi islam dilandasi pada Al-Qur’an dan hadits dan lebih memiliki nilai-nilai moral yang dalam implementasinya bersifat sosial.

Berdasarkan sifatnya, filantropi dibagi jadi 2 bentuk, pertama filantropi tradisional yaitu, filantropi yang berbasis karitas, dimana dalam praktiknya berbentuk pemberian untuk kepentingan pelayanan sosial, misalnya para dermawan yang memberikan langsung bantuan kepada masyarakat miskin. Pemberian dilakukan bertujuan untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Kedua, filantropi keadilan sosial yang mana filantropi ini dapat menghilangkan jurang pemisah antara golongan kaya dan miskin. Kegiatan yang dilakukan adalah membangun sumber daya untuk mendukung kegiatan yang menggugat ketidakadilan struktur yang menjadi faktor langgengnya kemiskinan. Filantropi jenis ini memang lebih aktif mencari akar permasalahan dari ketidakadilan sosial yang ada.

Beberapa lembaga filantropi islam di Indonesia sudah mulai berkembang. Dapat dilihat dari adanya kebijakan bagi perusahaan untuk melakukan kegiatan filantropi. Perkembangan filantropi islam cukup berkembang dengan adanya kegiatan ini. Seperti dalam peraturannya, zakat, infaq, shadaqah, dan wakaf telah didukung oleh fatwa-fatwa ulama dan undang-undang.

Mengutip hasil riset dari BAZNAS dan FEM IPB menunjukkan bahwa potensi zakat nasional mencapai 3,4% dari PDB, setara dengan 217 triliun. Berkebalikan dengan pengumpulan dana wakaf yang dihimpun yaitu, baru 1% atau 2,6 triliun. Hal serupa juga terjadi pada sector wakaf yang baru dapat menghimpun dana 147 miliar dari potensi pertahun 6 triliun.

Berdasarkan hasil dari penelitian tersebut dapat dilihat bahwa potensi Indonesia dalam pengumpulan dana filantropi islam sangat besar. Tapi hal ini tidak sebanding dengan pengumpulan dana sosial di Indonesia. Faktor minimnya pemahaman masyarakat tentang filantropi islam diduga menjadi penyebabnya.

Oleh karenanya, dengan banyaknya lembaga filantropi islam di Indonesia. Lembaga terkait seharusnya dapat mensosialisasikan nilai-nilai filantropi islam kepada masyarakat dan kepentingannya bagi keadilan sosial. Hal ini diaharapkan dapat mewujudkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat.

Sumber: https://indonesiana.tempo.co/read/111718/2017/05/24/salmannashiir/pemberdayaan-lembaga-filantropi-islam-di-indonesia

Leave a Reply